Cairan tintaku tidak pernah menyentuhmu lagi
sejak kewajibanku selesai.
Aku tidak pernah mengingat kejadian-kejadian ketika kau memperdulikanku.
Semua peristiwa bahkan kejadian, aku simpan rapat-rapat di kotak belakang pintu.
Kali ini benar menyesal, sangat menyesal, setiap pertemuan seminggu sekali itu sedikit mensiasikan.
Aku membuka tengahmu dengan perlahan, ternyata kau merajuk.
Kau berbecak kuning pekat dan sedikit beraroma wood, suka sekali.
Maaf aku kembali, aku butuh, untuk pergi menuju nirwana yang dimimpikan,
berharap besar tingkat akhir ini kau tak koyak menemani,
bahkan kali ini aku menulis namaku di bajumu
aku benar-benar takut kehilanganmu.
Bantu aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar